« November 2005 | Main | March 2006 »

December 17, 2005

Perkenalanku dan Suamiku

Perkenalanku dengan mas Heri suamiku terbilang cukup unik. Suatu kali sepulang kuliah di tahun 1995 saat berada dalam angkot yg melewati komplek perumahanku...ada seorang pria yg terus memperhatikanku... ia membawa gitar yg terbungkus cover. Saat aku turun, ia pun turun..rupanya kami satu komplek. Saat aku berjalan ia menjajariku dan kami pun ngobrol... itulah perkenalan pertama kami... aku hanya tahu namanya Heri dan ia hanya tahu namaku Maya karena kemudian kami berpisah dan aku meneruskan perjalanan sendiri.

Waktu berlalu ketika hampir dua tahun kemudian secara tak sengaja kami kembali bertemu di dalam angkot. Pertemuan kali ini lebih lama karena kebetulan kami bertemu saat hendak menuju blok M. Perjalanan hampir 1 jam lebih tak terasa karena asyik mengobrol. Kami berpisah di blok M, aku meneruskan ke kampus, ia ke tempat lain.

Hampir dua tahun (th 2000) kemudian kami pun kembali bertemu secara tak sengaja.. saat itu aku sedang berjalan kaki ke luar komplek...tiba2 ada orang memanggilku... awalnya kupikir orang iseng...jadi tak kugubris...sampai tiba2 sebuah mobil Panther biru berhenti di sampingku.. aku kaget..saat ia membuka kacanya... o ternyata dia...mas Heri. Dia bertanya ke mana tujuanku aku katakan ke blok M.. dia bilang mau ke blok M juga...diajaknya aku bareng...akhirnya aku pun ikut..

Pertemuan kami kali ini tak seperti biasanya...berlanjut dg pertemuan2 berikutnya...ia meminta nomor teleponku dan aku meminta nomor teleponnya. Sekitar seminggu kemudian ia menelponku dan mengajakku jalan...aku setuju. Tadinya kami mo jalan ke mal...tapi tiba2 ia ditelepon karena ayahnya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit...tadinya aku mau pulang saja karena gak enak ngikut karena gak kenal sama keluarganya...tapi ia memaksa ikut...akhirnya aku ikut.. wah saat itu aku bertemu dg hampir semua saudaranya...dikenalin... Terus terang aku merasa gak enak karena aku bukan pacarnya...tapi dia cuek...aku aja yg salting sendiri....serba salah..

December 14, 2005

"Sekolah" Faldi

Suatu kali aku datang ke 'WIC', sebulan setelah kelahiran Faldi...utk pendataan ulang...lalu aku berkenalan dg seseorang...aku lupa namanya...yg memperkenalkan aku dg program Healthy Family...program ini gratis...mereka datang ke rumah... memberikan info2 tentang perkembangan anak...memfasilitasi segala pertanyaanku ttg anak...mereka berusaha mencarikan jawaban atas semua keingintahuanku ttg perkembangan anak...wah aku senang sekali...kebetulan pikirku...maklum aku tinggal di negeri orang tanpa saudara...apalagi orang tua.. hanya berdua suami...banyak hal2 yg aku tidak ketahui...

Seminggu kemudian datang utusan dari Healthy Family ini, interview... mereka mengatakan tiap seminggu sekali akan datang selama + 1 jam sehari.

Seminggu berikutnya...benar datang seorang perempuan muda..berbadan tinggi besar...Kristen Barnes namanya... orgnya baik dan sangat ramah...

Tiap minggu ia datang sambil memberikan "sekolah" untukku dan Faldi. Ia mengajariku banyak hal tentang perkembangan anak...hal2 yg boleh dan tdk boleh aku lakukan...info2 tempat2 penting, dsb. Ia selalu membawakan buku dan mainan utk Faldi...sebagian mainan itu hanya fasilitas saja sebagian lagi memang diberikan utk Faldi...tapi buku2 hampir tiap minggu ia bawa dan diberikan ke Faldi....

Sekali waktu ia datang dg handycam gedenya...merekam aktifitas aku dan Faldi. Kadang2 ia datang dan mengajariku cara membuat mainan sederhana dari barang yg ada di sekitarku yg tak terpakai....mengajariku cara menstimulasi Faldi....

December 05, 2005

Kelahiran Anak Pertamaku

Image48

Aku ingat betul hari itu hari Kamis, tgl 18 April 2002, kalo gak salah dua hari setelah aku dari RS setelah tadinya dijadwalin caesar karena posisi bayi sungsang (baca kehamilan anak pertamaku), salah seorang teman suamiku dan istrinya menelponku...mereka sedang berada tak jauh dari apartemenku...mereka mengajakku makan siang... tumben... sepanjang aku kenal belum pernah lho mereka mengajakku atau suamiku makan...tapi entah kenapa kali ini saat suamiku sedang kerja..Aku bilang oke asal suamiku mengijinkan..akhirnya kutelepon suamiku...oke kata suamiku..

Dijemputlah aku, kami makan seafood di sebuah restoran chinesse buffet. Menurut mereka...kasihan sama aku bengong sendirian menunggu suami pulang kerja... padahal mereka sepertinya pengen tahu tanda2 kehamilan dan proses kehamilan bagaimana...si istri sepertinya punya tanda2 hamil tapi mereka masih ragu2, mereka udah 2 tahun menikah.

Setelah ditraktir siangnya, malamnya aku, suamiku, dan teman suamiku yg lain ngobrol sampai malam di ruang tamu...sampai sekitar pukul 11 malam lebih aku merasa nggak enak perut..kog mulas2 nih...aku pun ke kamar mandi.."pub" (maaf) tapi kira2 15 menit kemudian aku mules lagi...masuk kamar mandi...begitu terus sampai kira2 1 jam..sampai aku dan suamiku masuk kamar mau tidur..aku justru makin merasa tidak nyaman..kog perut tambah nggak enak..mulesnya tambah parah...dan sakit...

Bolak balik ke kamar mandi suamiku curiga.."kamu kenapa bolak balik ke kamar mandi terus?" akhirnya ia mengikutiku sampai kamar mandi..saat dia melihat "cd"ku ada fleknya ia langsung bilang..."wah ada darahnya...ke rumah sakit yuk..jangan2 udah mau ngelahirin.."

Aku baru 38 minggu, aku merasa belum waktunya ah...tapi aku bilang sama suamiku..bisa jadi iya..soalnya bbp hari yg lalu aku telfon mama tanya tanda2 mau melahirkan bagaimana...mama bilang kalo mules2 dan biasanya keluar flek..

Dari buku, majalah, dan situs2 internet yg aku baca menyebutkan kalo tanda2 melahirkan yg sebenarnya (karena ada juga tanda2 yg palsunya) adalah kontraksi perut intensif dan konsisten, bergerak dari berapa kali per jam (2, 4, 6, dst) atau  berapa menit sekali selama bbp jam, misalnya per 10 menit selama satu jam.

Aku dan suami sepakat memutuskan menunggu sampai hitungan menjadi 5 menit sekali selama satu jam. Sekitar pukul 1 malam lebih tak lama setelah kami masuk kamar dan aku makin merasa tak nyaman, akhirnya kami berangkat tanpa membawa persiapan yg banyak... berangkatlah kami...sepanjang jalan aku terus berdoa sambil menahan sakit dan membaca ayat kursi...hitunganku sudah sampai lima menit sekali.

Sampai di rumah sakit ditanya gimana tanda2nya, akhirnya aku dibawa ke ruang bersalin..di ruang ini lengkap sekali fasilitasnya, ada kamar mandi, monitor yg dihubungkan ke perut utk melihat kontraksi perut, tempat tidur yg nyaman yg juga dipakai saat melahirkan, fasilitas utk bayi baru lahir, tempatnya benar2 nyaman. Waktu baru masuk karena masih merasa mulas aku minta ke kamar mandi..awalnya sempat gak boleh..tapi dikasih ijin...dg catatan tidak boleh lama2, khawatir bayinya lahir di wc...

Saat diperiksa salah seorang bidan (midwife), ia kaget...ternyata aku udah pembukaan 6. Aku langsung ditawari epidural (suntik utk mengurangi rasa sakit, yg disuntik melalui tulang belakang), aku gak mau...padahal epidural boleh diberikan jika sudah pembukaan 4. Rata2 teman2 Indonesia yg pernah melahirkan di sini (Amerika) minta epidural. Berhubung aku mendengar dari salah seorang teman yg mengatakan saat disuntik sakit, aku jadi berpikir ulang utk mau disuntik epidural.. lagipula aku takut pengaruh obat itu ke bayiku. Efek epidural lainnya yg bikin nggak enak..sulit merasakan mulas saat melahirkan..jadi nggak tahu kapan harus mengejan...itu sebabnya dari bbp majalah & situs2 internet yg aku baca... umumnya ibu2 yg pake epidural proses melahirkannya lebih lama...bahkan ada yg 3 jam lebih...soalnya mereka kan nggak merasakan mulasnya...

So...aku konsisten utk menolak menggunakan epidural..aku pikir gak apa2 sakit... namanya orang melahirkan umum kog kalo sakit..Wah..padahal sakitnya luar biasa bayangkan tiap lima menit sekali merasakan kontraksi perut yg sangat kencang. Beruntung aku punya suami yg sangat baik dan mau mendampingi aku di saat2 seperti ini. Sepanjang proses kontraksi ia menemaniku, memegang tanganku saat aku kesakitan tiap kali kontraksi datang.

Selama menunggu waktu pembukaan lengkap 10, aku berusaha mengalihkan pikiran dan perasaan dg berkonsentrasi membaca ayat kursi dan meminta pertolongan Allah untuk memudahkan jalanku dan proses kelahiran anakku. Aku berusaha tenang dan berpikir positif.

Tiap 1/2 jam suster datang menawarkan epidural...aku selalu menjawab tidak... dan ia selalu bertanya ulang "are you sure?"...Aku jawab sambil menahan sakit "Sure"... akhirnya sampai ia sendiri menyerah..dan menggeleng2kan kepalanya sambil mengatakan..."kamu kuat sekali menahan rasa sakit"

Begitu sampai pembukaan 9 setelah 3 jam lebih sejak aku datang, salah satu dokter datang untuk memecahkan ketubanku...ia bilang agar lebih cepat... tapi tak lama kemudian... serombongan dokter dan bidan datang ke kamarku dan bersiap2 dg peralatan persalinannya...saat itu aku memang sudah mulai merasakan mulas hendak mengejan...dokter dan bidan mengajari cara mengatur pernapasan.

Saat mulas datang...aku disuruh mengejan..dihitung 1-10..tahan nafas, kemudian santai..ambil nafas...Begitu mulas lagi...hitung 1-10..tahan nafas sambil mengejan, santai...ambil nafas..begitu seterusnya sampai bayi lahir..

Suamiku sambil memegang tanganku juga membantu menghitung dan menyemangati aku untuk mengejan lebih kuat agar bayinya cepat lahir. Tiap kali mengejan ia selalu mengatakan..."dikit lagi non...udah keliatan kepalanya tuh... ayo...kamu bisa"..

Alhamdulillah sekitar 1/2 jam proses melahirkan akhirnya bayi pertamaku lahir juga dg selamat...hari Jum'at pkl 05.30 pagi....tgl 19 April 2002...

Suamiku yg melihat proses itu pertama kalinya benar2 takjub dg semua keajaiban Allah. Menurutnya bayi itu seperti balon yg saat melewati jalan lahir sangat2 elastis, begitu keluar dari pintu lahir...tiba2 membesar seperti balon baru ditiup. Subhanallah.

December 03, 2005

Asi Eksklusif 6 bulan

Begitu Faldi lahir dan selesai dibersihkan dan dibedong, Faldi diletakkan di dadaku..tapi berhubung aku masih antara sadar dan tidak...percaya dan tidak kalo aku udah ngelahirin dg selamat..secara normal..plus tegang karena  perineumku (antara vagina dan anus) lagi dijahit, akhirnya aku serahkan Faldi ke suamiku. Setengah jam lebih ia menggendong Faldi sampai aku selesai dijahit dan suster datang menanyakan apakah Faldi telah disusui atau belum. Kami bingung...nggak tahu caranya...Suster Mia (namanya, asal Philipine) kemudian meletakkan Faldi di atas dadaku..tak jauh dari payudaraku...ih...ajaib lho..Faldi langsung reflek mencari susu ibunya...

Setelah kelahiran Faldi aku memberikannya "The Best Food in The World"..ASI. Terus terang aku cukup bangga dengan prestasiku ini, berhasil memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Aku tidak memberikan Faldi makanan maupun minuman apapun sampai ia berumur 6 bulan.