January 30, 2007

Malas

Aku tak tahu apa yg terjadi pd diriku akhir2 ini...rasa malas begitu kuatnya menyerang diriku...

Yang paling parah sebenarnya..aku terserang penyakit malas..masak!?

Duh..saking parahnya...hampir sebulan terakhir ini aku semakin malas saking malasnya...aku cuma mau masak nasi...selebihnya...cuma nyeplok telor...dadar telor...dan...beli...atau..kadang2...dpt kiriman makanan....lumayan...

Pernah sekali dua kali aku paksain masak...ahh...yg ada aku malah uring2an dan males makan apa yg aku masak...rasanya masakan yg aku masak gak ada yg enak dilidahku....semuanya ancur...

Sebenarnya salah satu sebab aku males masak sih karena dapurku ini adanya di lantai dua...sementara kulkasku ada di lantai satu...

Aku tinggal di ruko...tpt usahaku dan suamiku...

Keadaan ini ditambah aku sedang hamil gede (7 bln)...membuatku sering malas naik turun tangga...belum lagi semua pekerjaan2 rumah tangga kukerjakan sendiri tanpa bantuan pembantu atau baby sitter.. kebetulan pembantuku sejak lebaran tdk kembali...dan aku males nyari lagi...

Tapi akibatnya...ya itu...aku sering jadi males sendiri mo ngapa2in udah kecapekan duluan...

Bayangkan...aku nyuci di lt 2...dan jemurnya di lt 3...ih...ribet gak sih...kalau lg hujan...dan aku sedang di lt bwh/lt 1..kebayang gak kalo aku musti naik turun dari lantai 1 ke 3...duh...

March 04, 2006

Setelah Pertemuan itu...........

Setelah pertemuan terakhir itu, kami bertemu kembali seminggu kemudian dan bbp hari kemudian, kebetulan saat itu bulan puasa, mas heri (waktu itu aku masih memanggilnya Heri dan kami masih saling memanggil “loe-gue”) mengajakku berbuka puasa di Puncak.. aku terima tawaran itu… Kami buka dan makan ta’jil di musholla Sentul…kemudian makan malam di restoran Raffles Puncak, selesai makan malam kami lanjutkan perjalanan ke Puncak Pass… pd saat itulah aku tahu maksud ia mengajakku…rupanya untuk……………melamarku… Karena ia bekerja di kapal pesiar Amerika yang mungkin akan berangkat lagi sekitar 1 ato 2 bulan berikutnya ia bertanya apakah aku mau menikah dengannya…sekarang atau tahun depan menunggu kepulangannya berikutnya…. Sebenarnya aku memang sudah siap dg pertanyaannya ini, walau perkenalan kami singkat, tapi aku dapat menangkap jelas kemana arah hubungan yg dikehendakinya….. Saat itu kami sama2 sudah matang dan dewasa, aku sudah lulus kuliah dan bekerja, umurku sudah 25 saat itu, mas Heri sudah bekerja dan umurnya sudah 34…. Jadi memang kami berdua sama2 dua orang dewasa yg sama2 siap memasuki kehidupan rumah tangga…kupikir tak ada salahnya kalau hubungan kami tingkatkan ke arah perkawinan walaupun perkenalan kami sangat singkat….aku pun tak hendak menunda2 sampai tahun berikutnya…buat apa…daripada nanti aku berubah pikiran… Aku pikir biarlah kami nggak pacaran…..langsung kawin aja....toh nanti bisa pacarannya pas udah marired aja...lebih bagus lagi....gak berdosa...dan bisa sambil ibadah…… Yg membuatku yakin karena ia telah mengenalkan aku dg semua keluarganya pada pertemuan kami sebelumnya, dan secara kebetulan ternyata ayah ibuku mengenal orang tuanya…..hahahah suatu kebetulan yg tidak aku sangka2….. Mas Heri bersama keluarganya kemudian datang secara resmi melamarku…. Jadilah kami sepakat untuk melangsungkan pernikahan sebulan kemudian….sebulan setelah lebaran………… Wah kebayang dong pernikahan lengkap yg disiapkan dalam waktu hanya sebulan… mengurus surat2 ke KUA dan kelurahan, menyiapkan dan mengirim undangan, memesan catering, memesan perias dan baju pengantin, memesan tukang foto dan video shooting, mencari dan menyiapkan suvenir, mencari seserahan, memesan organ tunggal, mencari penerima tamu, pembawa acara, penghulu, dan hal2 kecil lainnya………. Kebetulan aku anak perempuan pertama di keluargaku…semua keluarga dari ayah dan ibuku sangat antusias dg pernikahan ini……. Dan hari H pernikahan itu, 21 Januari 2001, akhirnya berlangsung juga ...... kami mengenakan pakaian adat sunda saat akad nikah tapi sanggulnya pake sanggul dg tusuk konde adat Padang....hahahha.... dan pakaian adat Padang saat resepsi…. Acara diadakan di rumahku...karena aku menginginkan semua keluarga dapat bertemu dan berkumpul dg santai sampai malam...tanpa diburu waktu....sesuatu yg tidak bisa dilakukan kalo diadakan di gedung………. Sorenya...saat tamu2 sudah banyak yg pulang...masih mengenakan baju adat...mas Heri menyanyikan lagu untukku...I'd Love You To Want Me... lagunya LOBO…….. Sungguh....hari yg tidak akan kami lupakan………….. Ap07_001_1

December 17, 2005

Perkenalanku dan Suamiku

Perkenalanku dengan mas Heri suamiku terbilang cukup unik. Suatu kali sepulang kuliah di tahun 1995 saat berada dalam angkot yg melewati komplek perumahanku...ada seorang pria yg terus memperhatikanku... ia membawa gitar yg terbungkus cover. Saat aku turun, ia pun turun..rupanya kami satu komplek. Saat aku berjalan ia menjajariku dan kami pun ngobrol... itulah perkenalan pertama kami... aku hanya tahu namanya Heri dan ia hanya tahu namaku Maya karena kemudian kami berpisah dan aku meneruskan perjalanan sendiri.

Waktu berlalu ketika hampir dua tahun kemudian secara tak sengaja kami kembali bertemu di dalam angkot. Pertemuan kali ini lebih lama karena kebetulan kami bertemu saat hendak menuju blok M. Perjalanan hampir 1 jam lebih tak terasa karena asyik mengobrol. Kami berpisah di blok M, aku meneruskan ke kampus, ia ke tempat lain.

Hampir dua tahun (th 2000) kemudian kami pun kembali bertemu secara tak sengaja.. saat itu aku sedang berjalan kaki ke luar komplek...tiba2 ada orang memanggilku... awalnya kupikir orang iseng...jadi tak kugubris...sampai tiba2 sebuah mobil Panther biru berhenti di sampingku.. aku kaget..saat ia membuka kacanya... o ternyata dia...mas Heri. Dia bertanya ke mana tujuanku aku katakan ke blok M.. dia bilang mau ke blok M juga...diajaknya aku bareng...akhirnya aku pun ikut..

Pertemuan kami kali ini tak seperti biasanya...berlanjut dg pertemuan2 berikutnya...ia meminta nomor teleponku dan aku meminta nomor teleponnya. Sekitar seminggu kemudian ia menelponku dan mengajakku jalan...aku setuju. Tadinya kami mo jalan ke mal...tapi tiba2 ia ditelepon karena ayahnya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit...tadinya aku mau pulang saja karena gak enak ngikut karena gak kenal sama keluarganya...tapi ia memaksa ikut...akhirnya aku ikut.. wah saat itu aku bertemu dg hampir semua saudaranya...dikenalin... Terus terang aku merasa gak enak karena aku bukan pacarnya...tapi dia cuek...aku aja yg salting sendiri....serba salah..